Peringati 16 Hari Anti Kekerasan Terhadap Perempuan, UNFPA Indonesia Gelar Webinar ‘Orang Muda Lawan Kekerasan Seksual’

Walau memprihatinkan harus dianggap jika kekerasan selalu berlangsung di seputar kita. Namun, pengertian kekerasan yang dimengerti warga masih demikian sempit. Misalnya, tiap orang tentu setuju jika bentrokan waktu demo adalah kekerasan. Sesaat wanita yang bernada sebab jadi korban pasangan toxic malahan dipandang lebay, atau pemaksaan jalinan yang dilaksanakan kekasih bukan dipandang seperti kekerasan. Walau sebenarnya dua hal itu sama kekerasan lo.

Akibatnya karena sempitnya pengertian kekerasan ini sudah membuat kasus kekerasan pada wanita bertambah, sebab beberapa orang condong memandang apa yang berlangsung bukan satu kekerasan. Disamping itu membuat bermacam usaha advokasi pada korban terganggu, sebab stigma dan sikap mewajarkan yang datang dari warga membuat korban kekerasan seksual malas bernada.

Karena itu, UNFPA Indonesia dalam rencana peringatan 16 Hari Anti Kekerasan Pada Wanita fokus ke rumor kekerasan seksual, ajak orang muda dan menggiatkan advokasi. Digital dan community engagement untuk menghapuskan kekerasan seksual. Diantaranya melalui seminar-online bertema ‘Orang Muda Musuh Kekerasan Seksual’.

Wakil Ketua Komnas Wanita, Mariana Amiruddin menjelaskan semenjak Januari sampai Oktober 2020. Komnas Wanita terima laporan kasus kekerasan pada wanita dengan jumlah yang mencengangkan. Spesial untuk kekerasan yang berlangsung di ruangan cyber, dia menjelaskan berlangsung kenaikan kasus sekitar 200 % dari tahun 2019. Kenaikan jumlah laporan yang masuk di Komnas Wanita, menurut Mariana muncul karena semenjak wabah mekanisme laporan dibuka secara daring. Ini membuat beberapa korban lebih berani untuk melapor.

Oleh karenanya, Mariana memperjelas cara paling penting untuk dapat meniadakan kekerasan seksual ialah membuat ketentuan spesial yang pahami kekerasan seksual. Hal itu penting sebab sekarang ini KUHP di Indonesia masih sempit mendefenisikan apakah itu kekerasan seksual.

“Komnas Wanita semenjak 2015 lagi mengadvokasi parlemen untuk. Menetapkan RUU Penghilangan Kekerasan Seksual, yang. Didalamnya menerangkan lebih detil berkenaan apakah yang dimaksud kekerasan seksual. Maksudnya supaya aparatur hukum dapat tangani kasus yang disampaikan,” kata Mariana dalam seminar-online #YouthTalk: Orang Muda Musuh Kekerasan Seksual!, Selasa (8/12/2020).

Comments are Disabled

error: Content is protected !!